Sukses adalah Sebuah Perjalanan,
Bukan Tujuan Akhir
Untuk dapat meraih kesuksesan bersama sebagai satu tim yang
solid, kami mempunyai satu visi bahwa dalam masa KKN ini perjalananlah yang
terpenting bukan tujuan akhirnya. Dengan berbekal rasa kebersamaan, kami
percaya bahwa perjalanan kali ini akan menjadi hebat dan itulah yang membuat kami
menjalani hari-hari dengan langkah ringan dan gembira.
Perjalanan ini kami awali dengan mengadakan observasi ke
Dusun Ngemplak. Tahap ini sangatlah esensial untuk menyelidiki permasalahan –
permasalahan yang terdapat di Dusun Ngemplak. Kami mengadakan observasi
beberapa kali antara lain dengan cara mewawancarai Pak Yunadi Wibowo selaku
Kepala Dukuh Ngemplak dan mengikuti pertemuan organisasi kemasyarakatan Dukuh
Ngemplak antara lain Ormas Pertanian “Sri Rejeki”, PKK, Ormas Perikanan “Mina
Sejahtera”, KUBE, dan Posyandu.
Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dusun Ngemplak
adalah Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh warga dusun Ngemplak kurang dapat
berkembang dengan baik. Sebetulnya banyak pemikir-pemikir di pedukuhan Ngemplak
ini, namun warga kurang antusias dengan pemikiran mereka. Dalam usaha untuk
memecahkan masalah tersebut kami menyiapkan program-program yang memotivasi
untuk memajukan dukuh tersebut.
Banyak potensi yang dimilki oleh pedukuhan Ngemplak ini,
antara lain di bidang perikanan yang sudah ada banyak kolam dan ikan namun
perawatan kurang baik, belum ada pengolahan terhadap kotoran kambing serta
barang bekas. Serta banyak sumber daya alam yang belum termanfaatkan berupa
ikan, berbagai buah-buahan. Dari sumber daya yang ada itu kami mencetuskan
beberapa program anatara lain pengolahan kotoran kambing, pelatihan kerajinan
dari barang bekas, pelatihan nugget ikan dan sale pisang,serta banyak hal lain.
Selama melakukan perjalanan ini, kami memperoleh begitu
banyak hal – hal baik yang tidak terpikirkan sebelumnya. Pertama, kami belajar
untuk mengambil kesempatan yang ada karena dengan itu hal yang terbaik tidak
akan terlewati. Hal ini kami peroleh ketika mengikuti kegiatan – kegiatan
bermasyarakat. Sebelum perjalanan ini dimulai terdapat anggota kelompok yang
tidak ada cukup waktu untuk bersosialisasi dengan warga lingkungan di sekitar
rumah sehingga ia tidak terlalu mengenal baik tetangga - tetangganya. Oleh
karena itu, kesempatan dalam KKN ini digunakan dengan sebaik – baiknya. Setiap
diumumkan adanya pertemuan warga, kami bersemangat untuk mengikutinya karena kapan
lagi momen – momen seperti itu akan datang lagi. Saat – saat tertawa, sedih,
serius, bahagia yang dibagi bersama warga dusun adalah hal terbaik yang tidak
akan dilewatkan. Oleh karena itu, kutipan pernyataan dari novelis dan penyair
Italia, Cesare Pavese, “We do not remember days, we remember moments”, sangatlah
tepat untuk mewakili hal baik yang kami peroleh ini. Perjalanan ini adalah saat
yang tepat untuk membuat memori sebanyak – banyaknya karena memori bertahan
selamanya.
Selain itu hal baik lainnya adalah kami belajar untuk tidak
mencemaskan hal – hal kecil karena sebenarnya hal – hal yang kebanyakan
dicemaskan tidak benar – benar terjadi. Hal ini tercermin ketika kami akan
melaksanakan program, kami terlalu mengkhawatirkan hujan dan berpikir bahwa
tidak akan ada warga dusun yang datang. Ternyata perkiraan kami meleset dan
kekhawatiran kami tidak terbukti karena warga dusun tetap datang walaupun hujan
turun dengan derasnya. Kami belajar untuk tidak terlalu memusingkan hal – hal
kecil karena hanya membuang waktu dan pikiran. Berikutnya ketika akan
dilaksanakan program dan hujan turun, kami optimis bahwa hujan bukan suatu hal
yang penting untuk dikhawatirkan. Menyadari bahwa tujuan dari semua ini adalah menjadi bahagia
dan membuat orang lain bahagia adalah salah satu hal baik yang kami sadari
dalam perjalanan ini. Di setiap harinya, kami menyadari bahwa kami tidak pernah
berhenti tersenyum karena alasan untuk tersenyum dan bahagia itu selalu
ada.
Dalam suatu perjalanan, hal negatif pasti terjadi di samping
adanya hal baik. Salah satu hal negatif yang sebaiknya tidak perlu dikembangkan
adalah rasa individualis yang terkadang masih muncul di saat-saat tertentu.
Kami menyadari bahwa manusia pasti memiliki sisi individualis di dalam dirinya,
namun ketika ada hal yang menyangkut kepentingan bersama akan sangat baik untuk
mengesampingkan hal-hal yang bersifat individual.
“Tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini” adalah
pernyataan yang sangat sesuai untuk mendeskripsikan bagaimana perasaan kami
selama tinggal di Dusun Ngemplak. Untuk menutup perjalanan ini memang suatu hal
yang sangat berat karena perjalanan ini benar-benar sangat menakjubkan. Semua
hal baik maupun buruk yang kami alami selama perjalanan ini patut untuk
dijadikan pelajaran berharga. Akhir kata, mengutip sebaris lirik lagu ‘Dance Into The
Light’ milik Phil Collins, “we have each other, we have one voice” mengantarkan
kami pada suatu kesimpulan bahwa kami beserta warga dusun saling mendukung satu
sama lain dan hal itulah yang menjadi kekuatan bagi kami untuk dapat terus
berkarya.
Comments
Post a Comment