The Book Thief



The Book Thief Movie Poster

Pemeran film The Book Thief : 
Sophie Nélisse sebagai Liesel Meminger 
Nico Liersch sebagai Rudy Steiner
Emily Watson sebagai Rosa Hubermann
Geoffrey Rush sebagai Hans Hubermann

Jalan cerita film The Book Thief 
Film ini berdasarkan pada buku berjudul The Book Thief oleh Markus Zusak, pengarang Australia. Awal cerita dimulai pada tahun 1938 dengan narasi yang dibawakan oleh Malaikat Kematian. Ia bercerita tentang Liesel Meminger (Sophie Nélisse), seorang anak perempuan berumur 9 tahun yang menarik perhatiannya. 

Liesel dan Werner, adik laki - lakinya berumur 6 tahun, berada di kereta bersama ibu mereka, Paula Meminger, menuju kota dimana Liesel dan Werner akan dirawat oleh orang tua asuh. Ketika ibu Liesel tertidur, Liesel melihat Werner meninggal, dan Kematian mengambil jiwa Werner. 


book thief 4
Liesel Meminger, Rosa dan Hans Hubermann
Dua hari setelah Werner dimakamkan, Liesel yang masih trauma akan kejadian yang menimpa adiknya mengambil sebuah buku hitam yang berada di dekat makam. Setelah itu, ia dikirim untuk bertemu dengan orang tua asuhnya Hans (Geoffrey Rush) dan Rosa (Emily Watson) Hubermann di Himmel ("Heaven") Street, kota kecil di Molching. Kedatangan Lisel menarik perhatian Rudy Steiner (Nico Liersch), seorang anak laki - laki yang tinggal di dekat rumah keluarga Hubermann. Rudy menemani Liesel pada hari pertama Liesel masuk sekolah. 

book-thief-inset-rudy-liesel
Liesel dan Rudy
Ketika guru meminta Liesel menuliskan namanya di papan tulis, ia hanya mampu menulis tiga huruf 'X', menunjukkan bahwa ia tidak bisa membaca. Ia diolok - olok oleh teman sekelasnya tetapi Liesel tidak tinggal diam. Ia memukul salah satu anak laki - laki dan hal ini membuat Rudy terkesan oleh Liesel. Sejak saat itu mereka berteman. Setelah mengetahui bahwa Lisel tidak bisa membaca, Hans mulai mengajari Liesel dengan memakai buku yang Lisel ambil dari makam. Sejak saat itu Liesel menjadi terobsesi untuk membaca. 

Ketika Perang Dunia II pecah, Liesel dan Rudy bergabung dalam pergerakan Anak - Anak Muda Pengikut Hitler. Ketika acara Pembakaran Buku yang diadakan Nazi tengah berlangsung, Liesel dan Rudy dipaksa untuk turut melemparkan buku - buku ke api, walaupun Liesel merasa sangat kecewa dan sedih melihat buku - buku itu dibakar. Ketika acara telah selesai dan semua orang telah pergi. Liesel mengambil sebuah buku yang belum dibakar dan perbuatannya dilihat oleh istri Walikota, Ilsa Hermann. Ketika Hans tahu Liesel telah mengambil buku, Hans meminta Liesel untuk merahasiakan hal tersebut. Liesel juga akhirnya mengetahui bahwa Hitler adalah orang yang menyebabkan keluarganya menderita. Ayahnya lebih dahulu ditangkap karena seorang Komunis dan ibunya juga bernasib sama. Liesel akhirnya menyadari bahwa ibunya telah menyelamatkannya dengan membiarkan dirinya diasuh oleh orang lain. 

Book Thief Liesel Death Comes to the Multiplex | SLJ Reviews The Book Thief Film
Photos by Jules Heath/20th Century Fox
Suatu hari Rosa meminta Liesel untuk membawa baju laundry ke rumah Walikota. Liesel merasa ketakutan ketika bertemu dengan Ilsa, istri Walikota karena Liesel sadar bahwa wanita itu telah melihatnya mengambil buku pada acara Pembakaran Buku tetapi ternyata Liesel salah besar. Ilsa membawa Liesel menuju perpustakaan di rumahnya dan berkata bahwa Liesel dapat datang berkunjung untuk membaca kapan saja. Suatu hari Walikota mendapati Liesel membaca dan setelah itu ia melarang Liesel datang lagi. Hal itu tidak menghentikan Liesel untuk terus meminjam buku dari perpustakan Walikota secara sembunyi - sembunyi.        

Pada suatu malam terjadi penangkapan orang - orang Yahudi. Max Vandenburg (Ben Schnetzer) dan ibunya yang adalah Yahudi diberitahu oleh teman mereka untuk melarikan diri tapi hanya boleh satu dari mereka dan ibunya memaksa Max untuk pergi. Max berlindung di rumah keluarga Hubermann yang bersedia memberinya tempat persembunyian karena pada Perang Dunia I lalu ayah Max telah menyelamatkan nyawa Hans. Max dan Liesel mulai menjalin persahabatan karena kebencian mereka yang sama terhadap Hitler.   


Liesel and Max hiding in the cellar, with a book.
Max: Words are lifeLieselAll those pagesthey're for you to fill
Max mulai jatuh sakit ketika ia bersembunyi di ruang bawah tanah milik keluarga Hubermann. Liesel membantu Max sembuh dengan rajin membacakannya buku - buku yang ia pinjam dari rumah Walikota. Suatu hari Rudy mengetahui rahasia Liesel, ia juga menyadari bahwa keluarga Hubermann menyembunyikan seseorang. Rudy bersumpah pada Liesel bahwa ia tidak akan memberi tahu siapapun. 

Suatu hari Hans melihat tetangganya ditangkap oleh polisi karena dicurigai sebagai seorang Yahudi. Hans membela dan mengatakan bahwa pria itu adalah orang Jerman yang baik. Hal ini membuat namanya dicatat oleh polisi dan menyadari bahwa ia telah berbuat kesalahan. Untuk mengurangi kecurigaan terhadap keluarganya, Ia harus pergi dan ikut militer.  

Ketika Liesel pulang sekolah, ia melihat Max berbaris bersama dengan orang - orang Yahudi lainnya untuk digiring ke kamp konsentrasi. Sambil berlari menuju Max, Liesel menangis dan meneriakkan nama Max. Ia dihadang oleh tentara Jerman dan dilempar ke jalan dan akhirnya berhenti ketika Rosa membawanya pulang ke rumah.

Liesel (Sophie Nélisse) and her foster father Hans (Geoffrey Rush) share a quiet moment.
Liesel dan Hans
Beberapa hari kemudian Hans kembali karena ia terluka. Keluarga Hubermann kembali berkumpul hanya untuk waktu yang singkat karena pada suatu malam kota telah digempur oleh bom dan tidak ada alarm yang berbunyi untuk memperingati warga sipil akan adanya serangan udara. Hans, Rosa dan keluarga Rudy, kecuali ayah Rudy yang masih bertugas di militer, meninggal dalam gempuran bom. Liesel selamat karena ia tertidur di ruang bawah tanah menulis jurnal yang Max beri untuknya. Rudy yang sedang sekarat dibawa keluar rumah oleh tetangganya. Ia ingin menyatakan perasaan cintanya pada Liesel tetapi Rudy meninggal sebelum ia selesai menyelesaikan kalimatnya. Liesel memohon padanya untuk hidup, berkata bahwa ia akan memberi Rudy ciuman yang sudah lama diminta Rudy. Liesel akhirnya menciumnya tetapi Rudy sudah meninggal. Ketika adegan itu berlangsung, terdengar suara Malaikat Kematian yang berbicara tentang bagaimana ia menerima jiwa - jiwa orang telah meninggal. Dua tahun kemudian, Liesel terlihat sedang bekerja di toko penjahit milik ayah Rudy yang telah kembali dari perang dengan selamat. Liesel melihat Max dan berlari memeluknya. 

Adegan terakhir tampak Malaikat Kematian berbicara tentang kehidupan Liesel dan kematiannya di umur 90 tahun. Malaikat Kematian berkata bahwa ia telah banyak melihat hal - hal baik dan buruk terjadi selama bertahun - tahun tetapi Liesel adalah satu dari sedikit orang yang dapat membuatnya kagum bagaimana rasanya untuk menjalani hidup itu sendiri. Terakhir, Kematian berkata bahwa satu - satunya kebenaran yang ia benar - benar ketahui adalah bahwa ia telah dihantui oleh manusia. 


Kata - kata dari The Book Thief (Quotes):
aryamlady:

“He does something to me, that boy. Every time. It’s his only detriment. He steps on my heart. He makes me cry.”
Liesel : “He does something to me, that boy. Every time.
It’s his only detriment. He steps on my heart. He makes me cry.”




the book thief | Tumblr



What’s the most beautiful thing your eyes have seen today?
Max Vandenburg: If your eyes could speak, what would they say?


In The Book Thief, Death is a curious observer.
Narrator/Death's narration about Liesel 
Death sees us as we are: Good. Evil. Human.





Sumber : 
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Book_Thief_(film)
http://www.gradesaver.com/the-book-thief/study-guide/
http://www.shmoop.com/book-thief/liesel-meminger-timeline.html
http://thebookthiefmovie.tumblr.com/


Comments

Popular Posts